LEKOSIT

Pertahanan tubuh manusia dikenal dengan nama sistem imun. Dalam aktifitasnya, sistem imun akan mengenali berbagai benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan selanjutnya akan melakukan langkah proteksi dengan cara memakan, menghancurkan dan mengeluarkan dari tubuh. Mikroorganisme patogen (yang bisa menimbulkan infeksi) termasuk salah satu benda asing yang dikenali oleh sistem imun tubuh. Sementara sel yang berperan dalam menghadapi mikroorganisme ini adalah sel darah putih atau dikenal dengan sebutan Lekosit.

Sesungguhnya Lekosit itu banyak jenisnya dan hal ini menunjukkan terhadap benda apa yang dikenalinya sebagai benda asing. Tetapi secara umum kenaikan jumlah lekosit di atas batas normal merupakan suatu tanda bahwa tubuh sedang mengalami kondisi infeksi akut/ aktif oleh mikroorganisme jenis bakteri (kuman). Beberapa bakteri yang bisa dikenali oleh Lekosit antara lain :

  • Salmonella Tiphy dan Paratiphy penyebab demam Tiphus
  • Shigella penyebab disentri bakteri
  • Staphilococcus dan Streptocossus penyebab Infeksi saluran napas serta infeksi di tempat lain seperti kulit dan jaringan lunak.

Jumlah lekosit normal adalah 4000 – 10.000 keping, umumnya sarana medis tingkat dasar (Puskesmas) sudah bisa melakukan dengan pemeriksaan laboratorium sederhana. Mengetahui jumlah Lekosit merupakan suatu langkah skreening bagi seseorang yang dicurigai mengalami infeksi yang ditandai dengan naiknya suhu tubuh di atas 37,8 0C. Akan tetapi karena pemeriksaan ini bersifat skreening maka tidak serta merta memberi informasi secara spesifik mengenai kuman penyebab dan infeksi apa yang sedang terjadi. Jika ditemukan kenaikan jumlah lekosit (Lekositosis) yang cukup signifikan (12.000-15.000) biasanya seorang dokter menganjurkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti tes urin lengkap, pemeriksaan fungsi hati dan jika sangat diperlukan untuk mengetahui kuman (bakteri) dalam darah maka dilakukan pemeriksaan kultur. Adanya tanda infeksi ini sudah menjadi indikasi pemberian obat antibiotik.  Sebaliknya, manakala nilai lekositnya dalam batas normal maka dokter kerap  hanya melanjutkan pengobatan guna mengatasi demam atau gejala lain yang dirasakan oleh pasien (simptomatik).

Kenaikan Lekosit yang sangat tinggi (3-4 kali nilai normal) harus diwaspadai sebagai tanda adanya pertumbuhan ke arah keganasan.  Meskipun banyak jenisnya tapi secara umum Keganasan sel darah putih dikenal dengan sebutan Leukemia.  Melihat hasil laboratorium yang tinggi maka dokter umum atau dokter keluarga akan mengajukan konsul penanganan kepada dokter Spesialis Penyakit Dalam (khususnya bidang hematologi) atau dokter Spesialis Anak bagi pasien anak-anak. Leukemia butuh penanganan ekstra sebab menganggu keseimbangan sel darah lainnya seperti sel darah merah (Eritrosit) dan keping pembeku darah (Trombosit). Penderita leukemia mengalami keadaan anemis yang berkepanjangan akibat lekosit memakan dan mengambil tempat dari eritrosit. Mudahnya terjadi perdarahan (mimisan, perdarahan gusi, berak darah atau lebam-lebam di bawah kulit) menandakan turunnya jumlah Trombosit akibat kalah bersaing dengan kenaikan jumlah lekosit yang sangat tinggi.

Penurunan jumlah lekosit (Lekopenia) juga merupakan hal yang tidak wajar. Pada kasus demam akibat infeksi virus (seperti virus Dengue pada Demam berdarah) selain Trombosit turun di bawah batas normal, jumlah lekosit juga cenderung mengalami penurunan.

Maka alangkah bijaknya kita ketika tetap berusaha mempertahanankan “gaya hidup”  dalam batas-batas normal, tidak kurang apalagi berlebihan. Cara yang paling mudah dan murah untuk mencapai kondisi semacam itu adalah cukup dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

(dr.Amran)

About these ads

21 Komentar

Filed under Infeksi, Klinis

21 Respon untuk LEKOSIT

  1. Ariek

    Asalamu’alaikum Dok,anak saya sedang sakit batuk sudah 2x kedokter dan kali ke 3 karena belum sembuh batuknya akhirnya oleh dokter di beri pengantar untuk tes darah lengkap dan rongent, dengan hasil test darahnya:
    Hb = 11,1
    leukosit =12300
    Trombosit = 405000
    Hematokrit = 32
    Difount = 0/0/4/48/42/6
    Laju endap darah = 69,82
    Dan hasil rontgent dengan kesimpulan: Pneumonitis di kedua paru perihilar dan pada paru kanan para cardikal . Radiologis tak tampak tanda2 proses spesifik.
    Dari hasil test tersebut apakh sudah cukup pemeriksaan darahnya dan bagaimanakah pengobatanya? (berat badan turun karena nafsu makannya berkurang sekali)
    Terima ksih Dokter mohon maaf pertanyaanya banyak.

    • waalaikumsalam, keluhan fisik dan penunjang mendukung adanya proses infeksi. Leukosit cukup tinggi sedangkan lanjut endap darah menjadi petanda penyakit/ infeksi yang lama. Tanda radiologis menggambarkan pneumonitis berarti nampak peradangan jaringan paru tanpa proses spesifik. Kembali ke klinis apakah disertai sesak napas? ….penurunan berat badan jelas karena nafsu makan yang kurang, hal ini terjadi karena anak sering batuk.
      Hasil pemeriksaan penunjang baik lab maupun radiologi sudah cukup. Dokter anda mungkin akan memberikan antibiotik dengan jenis dan dosis yang sesuai dan tidak menutup kemungkinan diberikan sediaan antibiotik injeksi tergantung dari keadaan umum pasiennya. Semoga mencerahkan.

  2. Go to for more information about ecigarette free trial kits campaign and ecigarette reviews.
    You can also find cartridges that have natural mixes without nicotine.
    The particular e – GO-T is made up of batteries, a cartomizer and also
    a tank cartridge.

  3. ami

    dok, tedi cy cek up dan hasilnya:
    NAMA HASIL NORMAL
    SGOT 35 <31
    SGPT 40 <31
    URENIUM 16 17-43
    LEKOSIT + RUJUKN (-)
    Gmna menurut anda ….????
    trims

    • SGOT dan SGPT adalah serum yang banyak ditemukan di hati, jantung dan otot. Kenaikan jumlahnya dalam darah menunjukkan kenaikan fungsi organ terutama hati (terbanyak). Pertanyaan saya mengapa dilakukan tes darah? Apa keluhan fisiknya? karena dasar diagnosa adalah fisis bukan penunjang (lab, rontgen dll). hasil lan urenium saya tidak tahu apa mungkin yang dimaksud ureum yaitu jumlah “sampah” hasil metabolisme tubuh yang musti dibuang dari dalam tubuh. Lekosit + atau – hanya ditemukan sebagai parameter cek urine bukan darah, sehingga jika + berarti ada sel darah putih di dalam urine begitupula sebaliknya. Sekali lagi keluhan fisik adalah dasar awal dilakukannya suatu rangkaian pemeriksaan.

  4. ajeng

    salam kenal, saya ada beberapa pertanyaan dan mengharapkan jawabannya:
    1. apakah parasit blastocyst itu?
    2. kenapa led (laju endap darah) lebih tinggi dari normal (26 mm/jam)?
    3. apa artinya lekosit dan bakteri urine (+)?
    4. apa maksudnya ‘lekosit esterase 25 (+)’?
    5. kenapa hasil tes urine lengkap ada ‘darah (blood) 10 (+)’?
    terima kasih banyak =)

    • Amran Arsjad Raga

      Sebelumnya harus dipahami, bahwa semua pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendukung hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan fisik sendiri dilakukan tentunya karena ada keluhan dari pasien.
      1. Saya kurang paham dengan istilah parasit blastocyst, tapi pernah saya sedikit membaca mungkin tipe parasit yang paling umum ditemukan pada specimen dan transmisinya lewat air dan makanan (apa yang salah??)
      2. LED bisa meningkat pada keadaan tubuh yang tidak fit, pada keadaan penyakit infeksi kronis juga bisa menjadi indicator (seperti penyakit Tbc, Hepatitis, Lupus dll). Perlu pemeriksaan penunjang berikutnya, seperti Uji dahak (jika batuk), tes fungsi hati, dan rontgen paru.
      3. Lekosit urine berarti jumlah sel darah putih di dalam urine yang dilepaskan oleh tubuh sedangkan bakteriuria adalah jumlah bakteri yang ditemukan di dalam urine yang dilepaskan oleh tubuh.
      4. lekosit esterase adalah suatu zat dalam urine yang dapat menjadi petanda dalam pemeriksaan laboratorium bahwa jumlah lekosit meningkat. Tapi pemeriksaan ini tidak terlalu sensitive sehingga harus memerlukan lekosit yang sangat banyak baru bisa menunjukkan nilai positif. Nilai 25 (+) menunjukkan adanya lekosit di dalam urin dan hal ini bisa/ mungkin suatu keadaan infeksi di saluran kemih. Butuh pemeriksaan lebih lanjut dan spesifik guna menentukan jenis infeksi dan mikroorganisme penyebabnya.
      5. kalo ada blood/ hematuria berarti ada darah samar (mikro) di dalam urin. Kemungkinan terjadi peradangan yang bisa juga bersama-sama infeksi sehingga ada darah secara mikro yang ikut terlepas di dalam urin.
      Dari semuanya pemeriksaan di atas adalah pemeriksaan dasar sebagai screening untuk butuh atau tidaknya pemeriksaan lanjutan. Namun kembali ke keluhan fisik, apa yang dirasakan oleh pasien dan bagaimana riwayat sebelumnya. Semoga mencerahkan.

  5. Athar

    tadi saya periksa darah. berdasarkan hasil, katanya ada infeksi leukosit (kadar leukositnya 21.000). padahal saya tidak mengalami demam akhir2 ini. saya mau tanya, apakah ini berbahaya???

    • Amran Arsjad Raga

      @Athar :
      Kenaikan leukosit harus diobservasi kembali setelah beberapa hari, untuk memastikan bahwa hal ini bukan sebuah kesalahan dalam pemeriksaan. Apalagi tidak disertai demam, namun perlu dipahami bahwa pemeriksaan darah lengkap tetap memperhatikan komponen lainnya seperti Hb, Trombosit, Eritrosit dan juga laju endap darah (LED) baru setelah itu kita bisa menentukan arah tatalaksana selanjutnya.
      Cek Lab, Rontgen dan lain-lain adalah pemeriksaan penunjang setelah ada keluhan fisik yang dirasakan. Pertanyaannya kembali dalam rangka apa sdr. Athar mengecek darah apabila gejala fisik sendiri tidak ada yang dikeluhkan?

      • Athar

        terimakasih atas jawabannya mas. kemaren saya ingin memeriksa darah utk mengetahui kadar Hb saya, karena wajah saya terlihat pucat dan dalam dua bulan terakhir saya slalu merasakan nyeri di kepala. saya pikir mungkin ini karena kadar Hb saya kurang, makanya saya periksa darah.

        nah, tadi malam saya gak enak badan, kepala saya sakit terasa berat banget dan lutut saya juga ngilu sekali.

  6. Chandra

    salam kenal. apakah syarat atau indikasi seseorang yang mengidap leukimia dikatakan telah sembuh? apakah hanya dengan melihat jumlah leukosit d dalam darah saja? atau ada faktor-faktor lainnya?
    trims

    • el_ameq

      Sama seperti penyakit lain pada umumnya maka kesembuhan dapat dinilai secara fisik dan klinis, apakah masih ada keluhan-keluhan fisik yang dirasakan oleh penderita atau tidak ada keluhan lagi. Kemudian secara laboratoris, bisa dilihat hasil lab yang mendukung apakah sudah dalam batasan normal atau tidak. Tetapi yang paling penting adalah hindari diri kita untuk menjadi dokter terhadap diri sendiri, kadang-kadang kita merasa sembuh secara sugestif tetapi tidak beberapa lama kemudian ternyata terjadi serangan akut di luar perkiraan kita dan bisa berakibat fatal. Diskusikan perjalanan penyakit anda dengan dokter tanpa perlu sungkan.

  7. ameq

    Sekedar mengingatkan bahwa anti virus harus digunakan secara bijaksana karena cara kerjanya berbeda dengan antibakteri (antibiotik) dalam membunuh kuman. Selain itu anti virus yang dikenal sekarang harganya masih tergolong mahal dibandingkan dengan obat antibiotika yang sudah kita kenal sebelumnya.
    Resiko yang paling ditakutkan adalah timbulnya kekebalan tubuh terhadap anti virus jika penggunaannya tidak dalam pengawasan dokter, jangan sampai terjadi fenomena seperti halnya antibiotik tetrasiklin yang sekarang ini sudah tidak adekuat lagi afinitasnya akibat pemakaian yang serampangan di masa lalu.

  8. Bagaimana jika leukemia sudah benar2 menyerang kita, apakah berarti lonceng kematian telah berbunyi ?
    http://ocekojiro.wordpress.com/2009/10/26/my-last-chemoteraphy/
    Trims

    • ameq

      @Ocekojiro :
      Leukemia adalah keganasan sel dimana sel yang terlibat adalah sel darah putih. Ada beberapa jenis Leukemia (CML, ALL, MM dll) dan penanganannya memiliki strategi masing-masing.
      Tentang kematian, maka itu adalah akhir karena semua orang juga akan menghadapinya. Tetapi ketika berhadapan dengan prosesnya maka tentu butuh ikthtiar dengan melibatkan ahlinya. Penderita leukemia tidak bisa serta-merta divonis mati.
      Ketika kita bicara tentang penyakit maka tidak lepas pula kita bicara tentang upaya pengobatannya, semua penyakit tentu punya potensi mematikan atau mencacatkan (mortalitas dan mobiditas) olehnya itu Leukemia tetap punya potensi yang sama. Tetapi untuk kasus leukemia tertentu ada penatalaksaan mulai dar kemoterapi, radiasi sampe dengan transplantasi sumsum tulang. Penanganan leukemia juga tidak seperti penyakit infeksi yang setelah mengkonsumsi antibiotik tinggal menunggu reaksi obatnya untuk sembuh. Leukemia perlu kesabaran dan ketelatenan baik dari pasien maupun dokter yang merawat. Konsultasikan kepada dokter (onkologi) yang merawat jenis leukemia apa yang diidap dan bagaimana pola penanganan selanjutnya.

  9. fryan

    hanya membantu…
    bukannya tidak boleh…boleh2 saja jika infeksi virus tersebut jg ditemukan infeksi yg disebabkan oleh bakteri…
    nah jika hanya virus saja sebaiknya jangan diberikan…
    virus belum ada obatnya..tapi bisa kita gunakan anti virus…
    anti virus sudah sering digunakan sekarang ini..
    baiknya dibarengi juga dengan minum yg banyak

  10. ameq

    > Yoan :
    komentar anda memang benar adanya. Termasuk pertanyaan tentang penggunaan antibiotik pada infeksi virus. Pemakaian antibiotik semata-mata hanya untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya infeksi virus diobati secara simptomatik saja (menurangi gejalanya) ditambah dengan asupan gizi yang memadai. Oleh sebab itu bijaklah dalam menggunakan obat antibiotik.

  11. Yoan Tan

    dalam tulisan ini ditulis bahwa infeksi virus dapat menurunkan nilai lekosit. Tapi saya juga pernah mendengar bahwa antibiotik dapat menekan produksi lekosit sehingga bisa mengalami penurunan. Jadi bagaimana jika terkena infeksi virus, berarti tidak boleh diberikan antibiotik? terus pengobatannya infeksinya menggunakan apa?
    trims

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s