RADANG vs INFEKSI

Masih sulit memisahkan kata radang dari bayang-bayang penyakit infeksi. Padahal sesungguhnya radang berbeda dengan infeksi meskipun infeksi sendiri selalu disertai dengan peradangan. Sebagian orang mungkin akan bertanya-tanya ketika dokter mendiagnosa mereka mengalami radang tetapi mengapa tidak meresepkan obat antibiotik.

Radang dalam bahasa medik dikenal dengan Inflammasi yaitu suatu respon jaringan tubuh yang kompleks saat menerima rangsang yang kuat akibat pengrusakan sel, infeksi mikroorganisme  patogen dan iritasi. Radang juga merupakan proses tubuh mempertahankan diri dari aneka rangsangan tadi agar tubuh dapat meminimalisir dampak dari rangsangan tadi.  Peradangan dapat dikenali dengan adanya beberapa tanda khas yang sering menyertai, Aulus Cornelius Celcus (30 SM – 45 M) memberi istilah latin yaitu Rubor, Calor, Dolor, Tumor. Sementara Galen menambahkan dengan  Functio laesa.

Rubor berarti merah, daerah tubuh yang mengalami radang akan nampak lebih merah. Hal inilah yang paling mudah terlihat dan akhirnya masyarakat menjadikan sebagai trade mark radang. Misalnya lapisan permukaan tenggorokan menjadi lebih merah pekat, orang-orang spontan menyebut radang. Sampai akhirnya ketika orang menyebut radang maka langsung diasosiasikan sebagai penyakit/ gangguan tenggorokan. Padahal radang tidak hanya di tenggorokan, seluruh bagian tubuh manusia punya “hak”  sama untuk “menikmati” radang.

Calor berarti panas. Radang umumnya disertai dengan kenaikan suhu tubuh.  Suhu tubuh diklasifikasi atas hipotermia (< 36oC), normotermi (36-37oC), subfebris (37,8oC) dan febris (>38oC). Dua yang terakhir disebut juga sebagai demam. Kenaikan suhu tubuh yang menyertai radang dapat berupa demam subfebris atau demam febris. Kenaikan panas tubuh disebabkan oleh meningkatnya aktifitas sel-sel imun (pertahanan) tubuh. Namun oleh sebagian orang tidak merasakan kenaikan suhu tubuh ini secara signifikan padahal ketika dilakukan pengukuran dengan termometer ternyata demam subfebris, oleh sebab itu pengukuran suhu tubuh selalu dianjurkan menggunakan termometer dan bukan dengan meletakkan telapak tangan di dahi atau di leher.

Dolor berarti nyeri. Tanda radang ini lebih bersifat subyektif sebab tidak dapat di nilai langsung  oleh orang lain kecuali si pemilik tubuh yang menyatakan bahwa timbul rasa sakit. Rasa sakit muncul akibat pelepasan suatu zat yang dikenal dengan nama prostaglandin.

Tumor adalah pembesaran abnormal dari bagian tubuh. Segala benjolan yang muncul baik di permukaan luar tubuh maupun sepanjang rongga tubuh disebut sebagai tumor. Benjolan ini pada keadaan normal tidak ada, tetapi oleh reaksi tubuh benjolan ini muncul menyertai tanda-tanda terdahulu. Benjolan dapat berukuran besar maupun kecil dengan batas yang bisa tegas atau tidak. Contoh yang sering ditemukan adalah bisul, jerawat, kutil ataupun bengkak.

Functio laesa berarti gangguan fungsi. Pada keadaan radang maka organ tubuh yang terkena akan mengalami gangguan fungsi. Misalnya : sendi yang kaku pada rematik atau gangguan penyerapan cairan dalam usus pada keadaan diare.

Bagaimana dengan infeksi. Infeksi merupakan adalah keadaan jaringan tubuh yang terpapar mikroorganisme baik oleh bakteri, virus, jamur maupun parasit. Sama seperti radang, infeksi dapat terjadi baik di permukaan luar tubuh maupun di permukaan rongga dalam tubuh.

Dalam perjalanannya, bagian tubuh yang terinfeksi akan mengalami proses peradangan. Paparan mikroorganisme pada permukaan tubuh akan merangsang tubuh untuk melakukan penolakan terhadap agen infeksius tersebut maka muncullah tanda-tanda peradangan seperti di atas. Namun infeksi dapat juga terjadi belakangan setelah terlebih dulu terjadi radang, inilah yang disebut sebagai infeksi sekunder. Misalnya saat seorang atlet mengalami cedera otot – pada luka terbuka resiko terjadinya infeksi tentu jauh lebih mudah dibandingkan luka tertutup. Bagian tubuh yang terluka akan mengalami peradangan akibat terjadinya kerusakan jaringan, reaksi radang ini merupakan mekanisme pertahanan tubuh agar kerusakan tidak bertambah luas. Akan tetapi dalam perjalanannya, permukaan luka dapat saja terpapar oleh mikroorganisme patogen. Keadaan inilah yang disebut infeksi sekunder, tubuh merespon jauh lebih berat dan adakalanya dibutuhkan pemberian antibiotik selain obat antiradang (antiinflamasi drugs).

Perjalanan infeksi dimulai jika ada jalur masuk (port d’entry). Lalu setelah melewati masa inkubasi yaitu waktu dimana agen infeksi masuk ke dalam tubuh sampai munculnya gejala awal infeksi maka penderita akan mengalami fase akut. Jadi saat seseorang merasakan timbulnya gejala infeksi maka sebenarnya agen penyebab infeksi itu sendiri telah masuk ke dalam tubuh beberapa waktu sebelumnya. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua peradangan memerlukan antibiotik, kalaupun terjadi infeksi, tidak semua infeksi dapat diobati dengan antibiotik sebab infeksi yang penyebabnya bukan bakteri tentunya tidak efektif diobati dengan antibiotika.  Setelah fase akut beberapa jenis infeksi dapat sembuh sendiri (self limiting diseases), ada juga yang sembuh dengan intervensi antibiotika sedangkan yang lainnya tidur (dormant) menjadi fase kronis dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.

Secara umum radang dan infeksi memilki perbedaan gejala yang sangat tipis, tetapi dengan memahami perbedaan ini kita berharap bisa mendapatkan pelayanan pengobatan yang rasional, efektif dan ekonomis.    (dr.Amran)

About these ads

18 Komentar

Filed under Infeksi, Klinis

18 responses to “RADANG vs INFEKSI

  1. ani siregarr

    Secara klinis bagaimana kita bs mengetahui itu peradangan yg disebabkan oleh infeksi atau hanya peradangan tanpa infeksi?( agar kita bs tau apakah harus memberi anti radaang saja atau anti biotik jg)
    Selain dari adanya nanah pd infeksi.
    Misal pasien dtg dg keluhan adanya peradangan..( namun blm ada pus) apakah kita cukup memberi anti radang saja?
    Trmks :)

  2. ani siregar

    Secara klinis bagaimana kita bs mengetahui itu peradangan yg disebabkan oleh infeksi atau hanya peradangan tanpa infeksi?( agar kita bs tau apakah harus memberi anti radaang saja atau anti biotik jg)
    Selain dari adanya nanah pd infeksi.
    Misal pasien dtg dg keluhan adanya peradangan..( namun blm ada pus) apakah kita cukup memberi anti radang saja?
    Trmks :)

    • Dokter menegakkan diagnosa 80% dari anamnesis dan pemeriksaan fisis, 20% dari pemeriksaan penunjang. Anamnesis harus kuat, dengan mengetahui perjalanan penyakit dokter akan mengambil keputusan pengobatan, misalnya keluhan pasien batuk dengan dahak berwarna, ada riwayat kontak dengan pasien lain, pasien sudah berobat sebelumnya tapi belum sembuh atau penyakit yang persisten.
      Pada keadaan trauma bisa dilihat langsung apakah ada luka terbuka atau tertutup pada kondisi ini pemberian antibiotik sebagai tindakan preventif.
      Berikutnya diagnosis bisa didukung dengan pemeriksaan penunjang baik laboratorium atau penunjang lainnya.
      Salam.

  3. pustakanya dari mana ya dok :D

  4. Hi my loved one! I wish to say that this article is awesome, nice written and come with approximately all significant infos. I’d like to look more posts like this .

  5. dok,, bner ga kalo radang blum tentu infeksi,, tp kalo infeksi pasti radang!
    dan ada ga Infeksi tp tidak menimbulkan radang? Contohx dok..
    trimakasih sblumx

    • Maaf baru sempat balas akibat gangguan account email.
      Radang belum tentu infeksi tapi kalo ada infeksi berarti diikuti reaksi tubuh untuk mempertahankan diri itulah yang disebut radang.Semoga mencerahkan.

  6. tiwi

    mau tanya dok, perbedaan lainnya apa ya?
    misalnya cara penyembuhan radang/infeksi dll? trims

    • dr. H. Amran Arsjad Raga

      Sangat jelas bahwa infeksi akan menimbulkan radang sebagai proses reaksi tubuh terhadap infeksi itu sendiri sedangkan radang tidak hanya berhubungan dengan infeksi saja tapi bisa juga karena trauma, alergi, iritasi.

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  7. permisi. mau tanya dok, proses kerja infeksi dan radang lebih cepat mana?
    trima kasih :)

    • dr. H. Amran Arsjad Raga

      ukuran kecepatan keduanya tidak ada, tetapi inflamasi (radang) akan muncul salah satunya akibat adamya infeksi, peradangan adalah mekanisme pertahanan tubuh sebagai respon.

  8. fififi

    setau saya..
    kalo infeksi itu masuknya kuman, bakteri, virus, pokoknya mikroorganisme yang merugikan, ke dalam tubuh..
    nah respon tubuh untuk melawannya disebut inflamasi..

    • el_ameq

      @fififi : yup..komen-nya tepat banget cuma kurang lengkap, sebab jika infeksi adalah masuknya mikroorganisme (kuman, virus, parasit, jamur) ke dalam tubuh disusul munculnya gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Respon tubuhnya disebut inflamasi (radang).
      Tetapi Inflamasi (radang) tidak selamanya diakibatkan oleh Infeksi sebab bisa juga akibat iritasi, allergi atau trauma (cedera) lain.

      Makasih share-nya fififi.

  9. dina oktaviant

    sebenarnya arti yang lebih spesifik dari perbedaan infeksi dan radang itu apa???
    tanpa penjelasan yang terlalu panjang???
    trimakasih…..

    • el_ameq

      @Dina; jawabannya saya copas aja :
      Radang dalam bahasa medik dikenal dengan Inflammasi yaitu suatu respon jaringan tubuh yang kompleks saat menerima rangsang yang kuat akibat pengrusakan sel, infeksi mikroorganisme patogen dan iritasi

      Infeksi merupakan adalah keadaan jaringan tubuh yang terpapar mikroorganisme baik oleh bakteri, virus, jamur maupun parasit.

      Jadi Radang belum tentu karena infeksi tapi jika infeksi menimbulkan reaksi peradangan.

      Thanks Dina.

  10. ameq

    @Syarah Mugikawuryan:
    kadang-kadang infeksi bisa dikenali melalui keluhan fisis penderita, maka dari itu anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisis yang baik dikatakan bisa membantu 80% dalam penegakan diagnosis.
    Di tulisan telah dikemukakan bahwa radang (inflammasi) memiliki 5 tanda klasik yaitu : dolor, rubor, tumor, calor dan functio laesa. Untuk infeksi sendiri harus kita pahami sebagai suatu proses masuk dan tumbuh berkembangnya suatu jenis mikroorganisme di dalam tubuh. Proses bermula dari adanya port d’entry (jalur masuk) dapat melalui mulut, saluran napas maupun luka terbuka di kulit. Mikroorganisme masuk lalu mulai melakukan pembiakan di target organ – Salmonella penyebab tifus senang di usus, Mikobakterium tetani penyebab tetanus menyerang sel saraf, Mikobakterium leprae penyebab Kusta menyerang saraf tepi tetapi masuk lewat saluran napas, Mikobakterium tuberculosis penyebab TBC senang di Paru-paru bagian atas atau Meningococcus yang menyerang lapisan selaput otak. Namun keberadaan mikroorganisme ini belum tentu menimbulkan infeksi sebab mereka bisa saja akan mati apabila dalam perjalanannya, tubuh bereaksi mengeluarkan zat-zat imun yang lebih kuat. Sebaliknya jika kondisi imun tubuh tidak baik maka disitulah tubuh masuk dalam tahap infeksi.
    Untuk mengetahui jenis mikroorganisme apa yang membiak maka diperlukan pemeriksaan penunjang di laboratorium yaitu tes kultur.
    Beberapa kondisi dapat mengarahkan kita pada diagnosis infeksi seperti timbulnya nanah pada luka di kulit, sputum (dahak) kental yang berubah warna menjadi hijau pada penderita batuk, keluarnya cairan kental yang hijau dan berbau baik melalui hidung maupun liang telinga atau bahkan keluarnya nanah melalui saluran kemih.
    Demikian semoga dapat memberi pencerahan.

  11. syarah mugikawuryan

    jka pradgan dn infksi ssah d bdakn.nmun. .scra anatomi,past msg2 dr d ats mmliki tmpt2 khuss u/inkbsi.
    nah. .apkh yg bs qt kthui ttg tmpt2 yg mjd kbiasaan rdang n ifksi brinkbsi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s