Dibalik asap rokok – refleksi 31 Mei : hari tanpa tembakau sedunia

Sejak beberapa tahun yang lalu, pemerintah mengharuskan pencantuman peringatan resiko merokok di tiap kemasan rokok. Harapan bahwa masyarakat mulai belajar dan sadar akan bahaya merokok. Harga rokok dinaikkan dan seingat saya di awal-awal penerapannya beberapa toko menulis aturan tidak melayani anak-anak membeli rokok. Beberapa pemda menerapkan perda untuk melokalisir perokok. Seiring waktu aturan ketat ini perlahan meregang tidak lebih menjadi propaganda tertempel di dinding-dinding ruang publik dan diselubungi asap rokok yang tetap mengebul. Peringatan di bungkus rokok hanya menjadi pelengkap kata-kata yang iseng dibaca sambil bibir tetap mengembuskan asap, Ironis.

Sebatang rokok mengandung potensi kematian dan kecacatan. Dalam tarikan asap yang menyentuh dinding sebelah dalam saluran pernapasan akan dikenali sebagai benda asing yang merangsang proteksi tubuh. Di saluran napas, lapis pertama sistem pertahanan bermanifestasi dengan peningkatan produksi lendir. Lendir ini berusaha menjerat benda-benda asing dalam kandungan asap rokok agar dapat dikeluarkan dari tubuh. Peningkatan jumlah lendir di saluran napas akan memperkecil diameter saluran yang harusnya dilewati oleh hembusan ventilasi udara. Kerusakan sel sebagai akibat dari peradangan yang kontinu ditambah proses degeneratif karena faktor usia menyebabkan saluran napas kehilangan fleksibilitas untuk mengembang dan menguncup pada saat bernapas. Stimulasi produksi lendir yang kontinu tentunya berpengaruh pada perubahan  arah pertumbuhan sel dalam rangka regenerasi sel-sel yang sudah tua. Pertumbuhan sel-sel baru  menjadi tidak terkendali dan inilah cikal bakal keganasan. Salah satu penyakit keganasan paru adalah pancoast tumor, ukuran tumor yang terus membesar akan menekan struktur saluran pernapasan dan tulang-tulang di daerah dada. Kumpulan fenomena itu memunculkan gejala sesak napas disertai nyeri dada sampai akhirnya bisa menjadi gagal napas bahkan akhirnya kematian.

pancoast1

gambar radiologi pancoast tumor – dari http://www.chestradiology.net

Merokok tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan. Struktur tubuh lain dapat pula mengalami distorsi oleh kandungan zat asap rokok. Gangguan jantung dan pembuluh darah berhubungan erat dengan konsumsi rokok, nikotin yang masuk ke tubuh merupakan stimulan yang menyebabkan peningkatan denyut jantung. Di sisi lain zat karbon dari pembakaran rokok akan menggusur jatah tempat oksigen yang harusnya dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh. Sinergi nikotin dan karbon memaksa tubuh memaksa jantung menaikkan frekuensi kerjanya agara kebutuhan oksigen bisa kembali cukup. Gambaran lingkaran setan dari dampak fisiologi peningkatan kerja jantung, dimana akan terjadi penambahan ukuran otot jantung itu sendiri. Penebalan otot jantung justru akan memperkecil ukuran ruangan jantung sehingga curah jantung juga akan berkurang, jantung semakin dipaksa bekerja lebih berat untuk memenuhi kebutuhan darah, begitu seterusnya sampai terjadi gagal jantung.

Sejumlah zat kandungan asap rokok menjadi pemicu peradangan (inflamasi) karena mengiritasi dinding sebelah dalam dari pembuluh darah. Iritasi ini akan menghasilkan plak dari bekuan-bekuan sel darah yang lama kelamaan akan berakumulasi dan beresiko menyumbat pembuluh darah saat terbawa aliran menuju lumen pembuluh darah yang diameternya lebih kecil dibanding. Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah jantung bisa berakibat serangan jantung koroner atau infak miokardium, dan jika berada di pembuluh darah otak maka menjadi penyebab stroke nonhemoragik atau stroke infark.

Peradangan lokal pembuluh darah akibat iritasi zat aktif asap rokok menyebabkan luka yang tidak mengering, sejumlah pembuluh darah kapiler akan mengalami kerusakan, kerusakan ini menjadi pintu masuk kuman yang akan menyebabkan infeksi baik lokal (ganggren) maupun sistemik. Kerusakan pembuluh darah perifer ini dikenal dengan nama Buerger diseases. Bagian pembuluh darah yang rusak akhirnya akan mengalami kematian sel.

buerger dss dengan ganggren dari www.hopkinsvasculitis.org

buerger dss dengan ganggren dari http://www.hopkinsvasculitis.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada ibu hamil, pertumbuhan janin sangat bergantung pada sistem tubuh si ibu. Proses pembentukan struktur tubuh janin mengalami gangguan akibat suplay oksige, nutrisi dan metabolisme mengalami hambatan. Resiko tinggi dimana bayi bisa lahir dengan berat yang kurang, tumbuh dengan lambat, lahir dengan kecacatan atau dapat pula terjadi kematian janin di dalam kandungan.

Sayangilah diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. Jauhkan dari asap rokok.  (dr.Amran)

2 Komentar

Filed under Infeksi, Klinis

INVESTASI KLINIK KECANTIKAN

Sebuah klinik kecantikan yang sudah berjalan lama membutuhkan Pengelola atau Investor yang berminat untuk bekerja sama kemitraan. Lokasi klinik di pusat bisnis strategis dan pinggiran jalan raya daerah Cikarang Baru kabupaten Bekasi.

Bagi yang berminat untuk berinvestasi silahkan hubungi nomor 081314148237.

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Menyimpan ASI

Proses pembentukan ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sehingga kantung-kantung alveoli di dalam payudara mulai terisi cairan air susu. Sedangkan pengeluarannya diatur oleh hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi dari dinding saluran air susu sehingga ASI mulai bergerak keluar. Kedua hormon ini dihasilkan oleh bagian hipofisis dari otak kita.

Botol ASI steril

Seorang Ibu yang baru pertama kali bersalin biasanya lambat mengeluarkan ASI. Hal ini wajar karena selain terpancar sendiri, ASI juga kadangkala butuh dipancing Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Anak