SEPUTAR LUKA

Luka adalah jejas pada tubuh manusia – umumnya di permukaan kulit  tetapi tidak jarang juga di bawah kulit – yang timbul sebagai akibat suatu trauma atau benturan baik oleh benda tumpul, benda tajam dan benda lancip/ runcing. Luka dibedakan bentuknya tergantung dari penyebab traumanya tadi.

Tidak jarang kita menghadapi suatu kejadian dengan akibat yang ditimbulkan berupa luka dimana penanganan pertamanya sangat mempengaruhi perjalanan luka tersebut mungkin menuju ke arah penyembuhan atau sebaliknya luka tersebut bisa masuk dalam fase infeksi dan memunculkan keadaan yang lebih serius.  Berikut ini adalah gambaran penanganan luka secara sederhana sebelum dirujuk ke pusat pelayanan medis dan tindakan apa yang akan diberikan oleh tenaga medis selanjutnya.

Luka Tertutup

Luka tertutup ditandai dengan adanya perubahan warna kulit sekitar menjadi merah sampai biru keunguan, pada umumnya luka ini disebut sebagai lebam, baik disertai maupun tidak disertai dengan pembengkakan.

Luka tertutup yang masih baru ditangani dengan pemberian kompres dingin (es). Efek dingin dari es akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasonstriksi) sehingga diharapkan dapat menghentikan perdarahan akut yang terjadi di bawah kulit.

Luka tertutup yang telah lama – lewat dari sehari – biasanya ditandai dengan warna biru lebam di bawah kulit dapat ditangani dengan pemberian kompres hangat. Suasana hangat merangsang terjadinya pelebaran pembuluh darah perifer sehingga lebih memudahkan proses absorbsi bekuan darah tadi.  Dapat juga diberi Gel penghancur bekuan darah.

Luka Terbuka

Luka Robek

Ketika menemukan luka terbuka maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencuci luka tersebut dengan air mengalir agar terbebas dari benda-benda asing seperti pasir, serpihan beling dan sebagainya. Setelah itu dikompres dengan antiseptik yang tidak bersifat iritan, contohnya : iodine povidon (Betadine, dsb) atau Rivanol.  Setelah itu bawalah ke pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa luka terbuka mungkin membutuhkan tindakan jahit (Hecting) jika dibutuhkan.

Luka Lecet

Luka lecet adalah luka terbuka yang dangkal, luka ini hanya melibatkan lapisan kulit bagian permukaan saja. Akan tetapi penanganan luka ini tetap membutuhkan perhatian yang tidak kurang dibanding dengan luka terbuka. Luka lecet dibilas dengan air mengalir dan setelah dikeringkan dilanjutkan dengan kompres menggunakan cairan antiseptik. Luka lecet tidak membutuhkan tindakan hecting dan umumnya juga tidak memerlukan pembalutan kecuali balutan tipis sementara untuk menghindari kontaminasi debu dan bahan pakaian.

Luka Tusuk

Luka tusuk kecil umumnya akibat tusukan paku butuh tindakan eksplorasi. Dokter biasanya melakukan tindakan melebarkan luka dengan teknik irisan silang (cross incitie).  Tindakan ini diperlukan agar terjadi oksigenisasi pada luka, luka tusuk kecil adalah luka robek yang pintu lukanya dapat tertutup rapat sehingga beresiko tinggi terhadap infeksi kuman penyebab tetanus yang hidupnya dengan pernapasan tertutup (anaerob).

Jika mendapati luka tusuk seperti ini maka usahakan langsung membawa  ke tenaga medis terdekat. Jangan mencoba untuk membersihkan luka atau berusaha mengeluarkan darahnya dengan cara memukul-mukulkan benda keras di tepian luka.

Luka tusuk besar (luka tikam) juga membutuhkan penanganan medis segera. Namun ketika kita menemukan keadaan ini dan untuk mencapai pusat layanan medis maka luka tersebut dapat kita bebat (tekan) menggunakan kain bersih (pembalut, dsb).

Luka Bakar

Penanganan awal luka bakar adalah cukup diguyur dengan air bersih yang mengalir selama lebih kurang 20 menit. Selain mereduksi panas, air juga bisa menjaga keseimbangan jaringan yang baru terkena panas / api.  Luka bakar yang luas perlu penanganan dokter untuk memastikan penggantian cairan dan pengobatan lanjutan berdasarkan derajat luka tersebut sebab luka bakar yang luas berpotensi menimbulkan dehidrasi dan tentunya juga bahaya infeksi.

***

Luka dengan pendarahan yang cukup deras – cukup kita tekan menggunakan kain bersih sebagai pengganti  kasa pembalut. Jangan sekali-kali melakukan pengikatan pada bagian organ tubuh sebagai upaya menghentikan pendarahan sebab tindakan ini justru beresiko menyebabkan kematian jaringan yang ada di sekitar luka karena tidak menerima suplai darah akibat pengikatan tadi.

Penting pula diingat bahwa pembersihan luka cukup dengan menggunakan air bersih dan atau cairan kompres steril.  Ketika kita menemukan keadaan luka maka jangan pernah membalurinya dengan bahan apa lain seperti misalnya minyak, kopi, pasta gigi, daun-daunan bahkan obat-obatan sejenis salep atau cream jika tanpa rekomendasi dokter.  Sebab bahan-bahan tersebut dapat mempersulit pembersihan luka oleh tenaga medis selain dapat juga menyebabkan iritasi pada jaringan sekitar sehingga akan memperlambat proses penyembuhan luka.

(dr.Amran)

4 Komentar

Filed under Trauma

4 responses to “SEPUTAR LUKA

  1. juli etha

    GIMANA CARANYA MENGHILANGKAN BEKAS LUKA YANG SUDAH LAMA?

    • Amran Arsjad Raga

      @Juli Etha : Bekas luka bisa hilang asalkan kedalaman luka tidak sampai melewati bagian lapisan kulit, kalau luka cuma sampai batas epidermis biasanya tidak menimbulkan bekas. Luka robek yang lebih dalam dan dijahit dengan baik bisa juga menghasilkan bekas yang samar. Tetapi luka bakar dan luka lecet yang diikuti hilangnya lapisan kulit tentunya akan meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang. Begitu pula jika seseorang berbakat keloid (penumbuhan jaringan bekas luka) maka sulit menyamarkan bekas lukanya. Teknik operasi grafting pada bedah plastik/ kosmetik bisa membantu menghilangkan bekas luka dengan menutupi menggunakan jaringan kulit yang sehat tetapi ini pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  2. Hermans

    dulu saya aktif di ekskul PMR (palang merah remaja) saya diajari luka robek dengan aliran darah yang deras lebih berbahaya jika tidak diikat sebab pasiennya bisa saja kehabisan darah dalam perjalanan. bagaimana penjelasannya pak dokter? mksh.

    • ameq

      @ Hermans :
      apa yang didapatkan sewaktu di PMR dulu tidaklah salah, cuma mungkin kurang lengkap. Pengikatan justru dapat mengakibatkan terputusnya suplai darah sehingga beresiko menyebabkan kematian jaringan sehat yang berada di seputar luka.
      menghambat aliran darah pada luka dapat dilakukan dengan teknik bebat tekan dimana kain atau pembalut atau bahan yang lembut lainnya ditekan langsung pada luka dan dapat ditambah dengan balutan ringan yang selalu dilonggarkan setiap 5-10 menit. Pada dasarnya tubuh memiliki mekanisme dalam menghadapi luka, dalam darah terdapat suatu zat yang dikenal dengan nama zat pembeku darah yang spontan bekerja di permukaan luka terkecuali tentunya pada orang-orang yang memiliki penyakit kelainan faktor pembeku darah.
      Semoga bermanfaat, tkhs balik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s