DEMAM

Demam bukanlah sebuah diagnosis. Demam adalah suatu keadaan tubuh dimana temperaturnya berada di atas atau sama dengan 37,8oC. Kenaikan suhu tubuh dapat dialami oleh siapa saja, tidak ada perbandingan antara ras, jenis kelamin dan usia. Demam merupakan gejala adanya suatu proses abnormal di dalam tubuh selain itu demam jika tidak ditangani dengan baik berpotensi menimbulkan keadaan yang lebih serius.

Untuk menentukan bahwa tubuh mengalami demam tidak cukup dengan hanya menempelkan punggung atau telapak tangan kita ke kulit dahi, pipi atau leher. Tidak jarang kita temui keadaan dimana kulit dahi teraba hangat tetapi bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki justru biasa saja atau dingin. Memastikan seseorang demam atau tidak harus melalui pengukuran suhu menggunakan termometer. Bagian tubuh yang sering dipakai untuk mengukur suhu adalah ketiak, lubang anus dan bawah lidah. Ketiak adalah tempat yang paling lazim; lubang anus biasanya digunakan oleh para dokter di Rumah Sakit karena lebih cepat dan akurat tetapi mendatangkan ketidaknyamanan bagi pasien.  Sebelum menempelkan termometer ke kulit pastikan dulu bahwa angka yang ditunjukkan adalah di bawah 36 dengan jalan menguncang-guncang alat termometer tersebut – khusus untuk termometer elektrik (digital) cukup dengan menekan tombol reset sampai layar menunjukkan angka nol. Lama pengukuran dengan termometer manual air raksa adalah 10-15 menit sedangkan dengan alat digital sampai terdengar suara alarm.

Termometer manual air raksa

Termometer manual air raksa

Termometer digital

Termometer digital

Tingkatan suhu tubuh manusia dibagi atas :

  1. Hipotermia : suhu tubuh di bawah 36O C
  2. Normotermi : 36-37O C
  3. Subfebris  : 37-37,8O C
  4. Demam(Febris) : di atas 37,8O C

Demam subfebris bisa menjadi salah satu tanda khas infeksi kuman Tb (tuberculosis), dapat juga menjadi tanda infeksi Hepatitis kronis. Namun untuk memastikan penyebab pastinya dibutuhkan pemeriksaan penunjang yang lebih spesifik baik secara laboratorium maupun radiologis.

Demam yang lebih tinggi umumnya merupakan tanda infeksi akut atau dapat juga disebabkan oleh suatu proses radang. Pada keadaan radang penanganan demam ini cukup dengan pemberian anti piretik (anti panas).  Penggunaan antibiotik hanya untuk infeksi akibat bakteri. Bagaimana bisa mengetahui bahwa demam disebabkan oleh infeksi, tentunya dibutuhkan pemeriksaan penunjang laboratorium. Oleh sebab itu untuk demam yang kurang dari 3 hari cukup diterapi dengan obat antipiretik saja, dan jika tidak ada perbaikan maka diusulkan untuk pemeriksaan darah guna melacak ada atau tidaknya infeksi atau penyebab lain.

Pemeriksaan laboratorium darah yang lazim kita dengar adalah pemeriksaan Darah lengkap dan Widal tes. Bukan hal yang aneh lagi bahwa kedua pemeriksaan ini biasa diminta langsung tanpa pengantar dari dokter atau diistilahkan dengan atas permintaan sendiri. Pemeriksaan darah lengkap adalah untuk mengetahui jumlah dari seluruh komponen sel darah (sel darah merah, sel darah putih, sel pembeku darah dan pengikat oksigen (Hb), kekentalan darah dan laju endap darah itu sendiri). Dengan pemeriksaan darah lengkap ini kasus Demam berdarah dapat ditegakkan pada sekitar hari ketiga demam sebab di hari-hari pertama biasanya komposisi sel darah tadi masih berada dalam batas normal.  Widal tes di pakai untuk mendeteksi adanya kuman Tipus (Tipoid dan Paratipoid) di dalam darah. Namun kenaikan angka-angka indikator dalam pemeriksaan ini tidak serta merta menyatakan bahwa pasien sedang dalam fase infeksi tipus, sebab kenaikan beberapa elemen dalam pemeriksaan ini bisa juga disebabkan akibat infeksi di masa lalu atau pernah mengkonsumsi obat anti infeksi sebelumnya. Di sinilah peran Dokter untuk menginterpretasikan pembacaan hasil pemeriksaan laboratorium.

Beberapa keadaan yang bisa berhubungan dengan demam adalah :

  1. Infeksi dan radang. Keadaan ini yang paling lazim menyebabkan demam. Bahkan hampir semua orang beranggapan bahwa jika terjadi demam maka pasti si penderita sedang mengalami radang atau mungkin juga infeksi. Demam sendiri merupakan salah satu tanda khas yang menyertai radang.
  2. Dehidrasi. Kekurangan jumlah cairan tubuh akan menyebabkan kenaikan suhu. Contoh keadaan ini dapat ditemui pada orang yang mengalami diare atau muntah-muntah. Selain ituu tidak jarang pada anak-anak yang mengalami infeksi saluran napas akut dapat terjadi dehidrasi akibat penguapan melalui paru-paru. Ketidakseimbangan intake cairan dengan jumlah yang dikeluarkan tubuh menyebabkan tubuh berkompensasi dengan menaikkan suhunya.
  3. Obat, Immunisasi. Pasca immunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus) seringkali diikuti dengan demam pada anak yang diimunisasi. Namun demam bukan suatu hal yang patologis karena merupakan reaksi tubuh terhadap masuknya zat imun pertusis ke dalam tubuh. Demam ini cukup diberikan obat penurun panas (antipiretik).
  4. Anemia, kekurangan sel-sel darah merah berpotensi menaikkan suhu tubuh.
  5. Bahan makanan seperti bawang dan rempah-rempah lain.
  6. Udara dan lingkungan.
  7. Keadaan demam yang tidak diketahui penyebabnya.

Obat antipiretik yang aman untuk pemakaian jangka pendek adalah Parasetamol. Selain tidak mengiritasi lambung obat jenis ini juga sudah bisa didapatkan secara bebas di apotik dan toko obat. Untuk anak-anak, selain dengan obat antipiretik penanganan demam dapat juga dibantu dengan menggunakan kompres air biasa. Selain itu dibutuhkan ketenangan dalam menyikapi keadaan demam, janganlah panik tetapi tetaplah waspada untuk segera membawa ke dokter apabila setelah 2 hari meminum obat antipiretik belum ada tanda-tanda perbaikan.

Perlu dipahami bahwa demam bukan sebuah diagnosis penyakit tetapi hanya gejala yang menyertai suatu penyakit tertentu maka janganlah terburu-buru berfikir mengkonsumsi antibiotik tetapi cukup dimulai dengan pemakaian antipiretik.

2 Komentar

Filed under Klinis

2 responses to “DEMAM

  1. sefty

    saya tidak menunjukkan gejala demam yg berarti hanya demam di awal saja 1-2 hari, tapi badan terasa lemas, pusing, sakit kepala, susah BAB, perut bagian tengah sakit, kadang disertai nyeri dada,p hasil lab:
    hb 12,9
    leukosit 9.500
    hematokrit 39
    eritrosit 4,9
    trombosit 270.000
    MCV 84
    MCH 26
    MCHC 31
    basofil 0
    eosinofil 1
    netrofil batang 2
    netrofil segmen 62
    limfosit 31
    monosit 4
    s. typhi H 1/160
    s. paratyphi AH 1/80
    s. paratyphi BH -/negatif
    s. paratyphi CH -/negatif
    s. thphi O 1/320
    s. paratyphi AO 1/320
    s. paratyphi BO 1/320
    s. paratyphi CO 1/320
    itu bagaimana dok?

    • Saya tidak tahu perut tengah ini yg ulu hati atau bagian pusar. Tapi kalau ada nyeri menjalar ke dada maka lebih mungkin mengarah ke gangguan lambung. Manifestasi klinisnya sama seperti yang anda ceritakan. Akan tetapi untuk menyingkirkan kemungkinan lain maka perlu ditambah periksaan rekam jantung (ekg).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s